Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan


Kecerdasan si kecil mungkin sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Namun, fenotip (penampakan) yang kita lihat bukanlah melulu hasil dari faktor genetik melainkan hasil interaksi dengan lingkungan juga. ”Bakat” cerdas yang dimiliki si kecil akan dapat berkembang secara optimal jika lingkungannya terus menerus memberikan stimulus, yang akan merangsang seluruh sistem sensorik dan motorik si kecil.

Menurut Dr. Dwi PutroWidodo, SpA-Selain faktor genetik dan stimulasi, agar otak anak tumbuh optimal, kebutuhan tubuh anak akan nutrisi khususnya nutrisi yang membantu meningkatkan pertumbuhan otak seperti DHA dan ARA, asam lemak utama yang terdapat di otak dan retina, adalah salah satu nutrisi yang penting untuk otak. Penelitian membuktikan bahwa DHA dapat memperkuat keutuhan sel otak dan menjamin komunikasi antar sel-sel otak secara efektif dan dapat membangun daya ingat (memori) dan daya tangkap (konsentrasi) si kecil untuk menyelesaikan masalah (problem solving) secara optimal.

1365 hari pertama dalam kehidupan anak merupakan critical period yang akan sangat mempengaruhi dan menentukan tumbuh kembang anak, sehingga diperlukannya perhatian khusus dan serius. Saat usianya mencapai 3 tahun, otak anak akan bertumbuh secara dramatis dengan memproduksi jutaan sel, koneksi atau sinaps di antara sel-sel tersebut. Oleh karena itu, 1365 hari pertama dalam kehidupan anak perlu dioptimalkan untuk daya tangkap dan tumbuh kembang yang lebih baik. Hal ini dapat dimulai dengan pemberian asupan gizi yang baik, stimulasi yang optimal dan eliminasi faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu optimalnya tumbuh kembang anak. Sejalan dengan misinya untuk memberikan awal terbaik bagi kehidupan anak, Mead Johnson, sebagai perusahaan internasional terkemuka berbasis ilmiah dalam industri nutrisi bayi dan anak-anak,  terus berinovasi dalam mendukung para Ibu dalam pemberian nutrisi dan stimulasi yang optimal bagi anak sejak awal.

Kesuksesan si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tumbuh secara optimal juga dipengaruhi apa yang Ibu berikan pada saat golden period-nya. Dalam golden period ini, terjalin koneksi antar sel-sel saraf otak (proses sinaptogenesis). Saat satu sel saraf otak dengan sel saraf otak lainnya berkomunikasi, terjadi proses penangkapan pesan (neurotransmitter) dari sel saraf otak yang satu ke sel saraf otak yang lain. Komunikasi yang efektif antar sel saraf otak adalah saat otak dapat mengolah rangsangan yang diterima dan menyimpannya sebagai informasi. Semakin banyak komunikasi efektif yang terjadi, semakin baik perkembangan pembelajaran (learning) dan daya ingat (memori) si kecil. Masa ini adalah masa di mana otak si kecil mengalami perkembangan yang luar biasa cepat.

Dengan kesungguhan komitmen yang diberikan oleh Mead Johnson, sangat diharapkan dapat menjadi partner ibu untuk terus dukung tumbuh kembang anak. Berkaitan dengan pemberian nutrisi untuk bayi yang tepat sejak awal, Mead Johnson sepenuhnya percaya bahwa ASI merupakan sumber gizi yang terbaik dan para Ibu di Indonesia dianjurkan memberikan ASI kepada bayi mereka secara ekslusif hingga 6 bulan.


\


“Mead Johnson juga mewujudkan komitmennya melalui produknya-produknya, salah satunya adalah Enfagrow A+. Enfagrow A+ memiliki program Enfa Smart System yang terdiri dari Smart Nutrition mengenai pemberian nutrisi yang tepat, Smart Stimulation yaitu pemberian stimulasi yang tepat dan Smart Nurturing yaitu mengenai kasih sayang dan peran aktif ibu. Enfa Smart System memberikan panduan praktis bagi Ibu untuk menstimulasi potensi belajar si kecil dan mendukung hebatnya si anak.”

Sumber referensi :http://www.meadjohnson.co.id
Selengkapnya...

Stimulasi merupakan suatu obyek atau ucapan yang akan memberi reaksi tertentu pada si kecil. Apa yang terjadi apabila balita kekurangan atau tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya. Para ahli telah menemukan bahwa pada balita yang mengalami maternal deprivation (pemisah dari ibu) secara fisik bisa menghambat aktualisasi potensi kecerdasan yang dimilikinya.

Pikiran seorang balita, demikian pula fisiknya, memerlukan bantuan untuk pertumbuhannya. Ada tiga macam kebutuhan yang penting untuk mengembangkan kecerdasan si kecil yaitu:

 
1. Kebutuhan biofisik

Kebutuhan ini terutama mengenai nutrisi (ASI, makanan pendamping ASI, gizi) untuk perkembangan otak, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan tempat tinggal, pengobatan. Beberapa nutrisi yang berperan terhadap kecerdasan si kecil menurut Emilia Achmadi – Pakar Nutrisi yaitu DHA yang merupakan komponen utama lemak dalam system syaraf pusat, banyak terdapat pada ikan salmon, telur dan susu. Selain itu, diperlukan pula Kolin dan mikronutrien seperti Zat besi, Iodium, seng, Vitamin B6 dan B12 yang diketahui dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Kolin tersimpan dalam sel-sel saraf terlibat dalam penyampaian pesan di antara sel-sel saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Iodium, penting untuk pertumbuhan sel-sel otak sementara Seng bertindak sebagai neurotransmitter dan Vitamin B6 dan B12 untuk meningkatkan daya ingat.


Dalam hal ini Mead Johnson mempersembahkan produk unggulan yang dilengkapi oleh berbagai nutrisi untuk tumbuh kembang anak "Enfagrow A+". Enfa A+ Formula mengandung komposisi unik kolin (sebagai bahan pembentuk fosfatidilkolin, bagian penting dari membran sel yang dapat membantu proses pembelajaran), prebiotik untuk mendukung sistem pencernaan yang sehat dan penting untuk daya tahan tubuh (imun), juga vitamin C dan E yang berfungsi sebagai antioksidan.

Dalam 6 studi klinis Mead Johnson kepada bayi dan anak, terbukti secara klinis bahwa pemberian nutrisi dengan kadar DHA 17mg/100kkal dan ARA 34mg/100kkal pada bayi dan anak meningkatkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), meningkatkan kemampuan verbal (verbal IQ), dan meningkatkan mental development index sebanyak tujuh poin pada tiga tahun pertama usia Si Kecil.


2. Kebutuhan emosi-kasih sayang
Mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intra personal si kecil terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang.

3. Kebutuhan Stimulasi dini (meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.)
Sejak bulan pertama kehidupannya, si kecil perlu diajak bercakap-cakap, didekap, dan diasuh dengan penuh kasih sayang, diberi senyuman, didengarkan dan dirangsang untuk memberikan reaksi dengan bunyi-bunyian atau gerakan. Mereka perlu sentuhan, teman bicara, teman tertawa, memberikan respon dan menerima respon. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan majemuk) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa dll. Si kecil yang sering mendapat stimulasi akan menjadi anak yang aktif, agresif dan tingkah lakunya terarah pada suatu tujuan tertentu.

Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, nutrisinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.

Sumber referensi : www.meadjohnson.co.id dan www.meadjohnsonasia.com
Selengkapnya...

About